Tapin  

Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementan Lakukan Penandatanganan Komitmen Replikasi

Penandatanganan komitmen replikasi inovasi biotron dan Cabai Rawit Hiyung, Selasa (21/5/2024), di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. (Foto: BBPP Binuang)

Untuk mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kementerian Pertanian, bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin, melaksanakan Penandatanganan Komitmen Replikasi Inovasi Biotron dan Cabai Rawit Hiyung, Selasa (21/5/2024), di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Korankalimantan.com Kegiatan ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang meminta seluruh insan pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Indonesia akan berdaulat dan menjadi negara pengekspor. Dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan kita bisa swasembada, tidak impor pangan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, untuk menciptakan ketahanan pangan, dibutuhkan SDM-SDM berkualitas.

“Mengapa butuh SDM berkualitas, karena faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian adalah SDM. Oleh karena itu, jika kita ingin produksi pertanian meningkat, tingkatkan dulu kualitas SDM-nya,” terangnya.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Wahida Annisa Yusuf, mengatakan kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Perubahan iklim, serangan OPT, serta keterbatasan Saprodi menyebabkan kesulitan dalam pembuatan pupuk. Oleh karena itu, kami dari BBPP Binuang menginisiasi keterbatasan pupuk dengan meluncurkan inovasi Biotron,” ungkapnya.

Wahida menambahkan, pihaknya sebagai Pimpinan di Unit Pelaksana Teknis bidang pelatihan telah melatih Penyuluh dalam transfer ilmu pembuatan produk Inovasi Biotron.

“Kami telah melatih Penyuluh di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur untuk memasifkan pembuatan Biotron, sehingga harapannya penyuluh dapat melatih petani di lapangan,” paparnya.

“Biotron diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan,” imbuhnya.

Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, Ajib Rakhmawanto, mengatakan pihaknya mempunyai tugas utama dalam meningkatkan inovasi pelayanan publik.

“Diharapkan inovasi dapat tumbuh dan berkembang dalam rangka pelayanan publik,” Paparnya.

Ajib menambahkan, Inovasi yang ada di Kabupaten Tapin mampu untuk mendunia.

“Inovasi merupakan hal yang penting,Saya harap inovasi seperti Biotron dan Cabai Hiyung dapat berkembang hingga Se-Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan hingga ke Pulau Jawa, Kalau bisa mendunia,” pungkasnya.

(AGS/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *