Tega, Ayah Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 2 SD, Terbongkar saat Diintip Kerabat

Ayah kandung korban, AD tega berbuat bejat terhadap darah dagingnya sendiri. (foto: koranbanjar,net)
Ayah kandung korban, AD tega berbuat bejat terhadap darah dagingnya sendiri. (foto: koranbanjar,net)

Sungguh tega perbuatan pria berinisial AD (39) ini. Dia mencabuli anak kandungnya yang masih di bawah umur, Mawar (16) —bukan nama sebenarnya, red – sejak masih SD. Pencabulan lakukan di Dusun Ringgo, Desa Batu Lasung, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, 9 Mei 2022 lalu.

Korankalimantan.com Ayah kandung korban, AD tega berbuat bejat terhadap darah dagingnya sendiri itu dikemukakan Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, melalui Kapolsek Kelumpang Hulu Iptu Abdul Shomad saat dikonfirmasi media ini. Pihak kepolisian sudah mengamankan pelaku, warga Kecamatan Hampang itu.

Menurut Shomad, kejadian itu dilakukan pelaku di sebuah pondok salah seorang saksi yang masih kerabat pelaku.

“Sebelum kejadian, awalnya korban dan ibunya menginap di pondok milik seorang kerabatnya, I Wayan. Pemilik pondok yang saat itu baru bangun tidur mendengar ada suara, “yah sudah yah pindah tidur temenin ade,” ujar Shomad menirukan ucapan saksi, Minggu (15/5/2022).

Suara tersebut didengan I Wayan dari kamar, tempat pelaku, korban dan ibunya tidur. Namun penasaran dengan suara teriakan itu, I Wayan kemudian mengintip dari lubang dinding papan dan melihat pelaku sedang melakukan perbuatan tidak senonoh.

“Melihat perlakuan itu, I Wayan memanggil pelaku kemudian berkata “apa yang kamu lakukan yan?” dengan nada bertanya.

Sontak pelaku langsung memohon agar tidak menceritakan perbuatannya itu kepada orang lain.

Namun sambungnya, saksi tidak merespon permohonan pelaku, sehingga saksi tetap melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek terdekat.

Dari keterangan korban pelaku mencabuli dirinya saat tidur hingga terbangun dengan cara memaksa dan mengancam menyakiti korban jika berteriak.

“Parahnya perbuatan ini dilakukan pelaku semenjak korban duduk di kelas 2 SD saat berdomisili di Palembang hingga berlanjut di Kotabaru. Dan korban tidak berani melaporkan karena takut pelaku marah,” imbuhnya

Dari hasil keterangan, Pelaku mencabuli korban di Kotabaru sebanyak 5 kali. Dan pertama pelaku melakukan di Dusun Manggigit, Kecamatan Hampang. Pencabulan ketiga, keempat dan kelima dilakukan di pondok di Desa Ringgo, Kecamatan Kelumpang Hulu.

“Atas perbuatannya pelaku akan dijerat Pasal 82 ayat 2 UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang,” pungkasnya.(cah/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *