Pemkab Tanbu Melalui Dinkes Lakukan PSN

Kegiatan PSN oleh Dinkes dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar. (Foto : Diskominfo Tanbu)

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama jajaran Pemerintah Kantor Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Korankalimantan.com Bekerjasama dengan Tim Tenaga Kesehatan Puskesmas Kecamatan Simpang Empat dan Darul Azhar, Dinkes menggelar pencanangan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Aula Kantor Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (23/09/2022).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar ini, dilaksanakan sebagai upaya pencegahan guna menghindari terjadinya serangan penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam sambutannya, Bupati Zairullah berharap melalui momentum pencanangan Pemberantasan Sarang Nyamuk, masyarakat dapat memaknai salah satu hadist Nabi Muhammad SAW yaitu ‘An-Nadhafatu Minal Iman’, yang berarti kebersihan sebagian dari iman.

Sebagai muslim yang baik, alangkah penting untuk memperhatikan kebersihan baik itu diri sendiri ataupun lingkungan sekitar. Dengan lingkungan yang bersih, akan meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat dan menurunkan potensi timbulnya suatu penyakit.

Oleh sebab itu dengan landasan tersebut, Bupati menekankan masyarakat di Bumi Bersujud untuk lebih meningkatkan kesadaran dirinya terkait kebersihan, sehingga dengan lingkungan yang bersih maka akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat itu sendiri.

Sementara itu Pj Kepala Desa Sejahtera, Amirullah, didampingi Ketua RT 9 Desa Sejahtera, Musrifin, menyampaikan bahwa saat ini untuk Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat sendiri sudah terdapat sebanyak 10 kasus DBD.

Amirullah mengungkapkan bahwa dari awal terjadinya kasus hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan, dalam hal upaya penanganan dan pencegahan munculnya serupa.

“Kami dari Pemerintah Desa juga mengambil langkah konkrit, dengan mengumpulkan warga yang berada di wilayah rawan DBD untuk kemudian kami sosialisasikan bersama dengan Dinas Kesehatan,” sebut Amirullah.

(slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *