Lagi, Satu Rumah Warga Terbakar di Tabalong

Anggota kepolisian mengamankan lokasi kebakaran di Kompleks Swadarma Lestari, Desa Maburai, RT 6, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong. (foto: Humas Polres Tabalong)
Anggota kepolisian mengamankan lokasi kebakaran di Kompleks Swadarma Lestari, Desa Maburai, RT 6, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong. (foto: Humas Polres Tabalong)

Beberapa pekan belakangan musibah kebakaran kerap terjadi di Kabupaten Tabalong. Dari dua kejadian sebelumnya terjadi di Desa Marindi dan Muara Uya, kini kebakaran diduga karena arus pendek listrik telah membakar satu rumah.

Korankalimantan.com – Musibah kebakaran karena arus pendek listrik kali ini terjadi di Kompleks Swadarma Lestari, Desa Maburai, RT 6, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Selasa (21/02/2023).

Dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 05.00 Wita itu, satu rumah warga terbakar di bagian dapur dan 1 unit sepeda motor turut hangus dilahap si jago merah.

“Kejadian kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur rumah kontrakan yang dihuni oleh Ibu Marlina Sriwati (46) serta satu unit sepeda motor,” jelas Kapolres Tabalong, AKBP Anib Bastian melalui PS Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Sutargo dikonfirmasi, Selasa (21/02/2023) siang.

Menurut keterangan saksi yang merupakan tetangga korban, saat terbangun sekitar pukul 05.00 wita, korban sempat mendengar suara gemericik seperti hujan. Namun lama kelamaan suara tersebut terdengar seperti api yang membakar dinding rumah.

Mendengar suara tersebut saksi langsung keluar rumah untuk mengecek suara dan melihat ada api yang membakar dinding bagian dapur milik rumah tetangganya itu.

“Melihat kejadian tersebut saksi langsung membangunkan penghuni rumah dan para tetangga untuk bersama-sama memadamkan api,” ungkap Sutargo.

Api baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian berkat bantuan dari warga setempat dan sejumlah relawan UPBS Gabungan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian, api menghanguskan hampir bagian dapur rumah yang terbuat dari kerangka kayu, dinding dan atap seng dan juga menghanguskan 1 unit sepeda motor namun tidak sempat menjalar ke bagian rumah utama.

“Sumber api diduga berasal dari arus pendek listrik, mengingat yang pertama terbakar adalah dispenser dan magicom, total kerugian diperkirakan sebesar 50 juta rupiah,” beber Sutargo.

Untuk menghindari agar kejadian kebakaran karena arus pendek listrik tidak terulang lagi, Sutargo menghimbau masyarakat untuk lebih waspada.

“Agar lebih berhati-lagi terhadap bahaya kebakaran misalnya mematikan atau mencabut kontak alat-alat listrik yang tidak digunakan, menyalakan api tanpa pengawasan jauhkan benda mudah terbakar dari panas,” imbaunya.(anb/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *