Kontroversi Rencana Pemindahan Makam Mualim KH Abdus Syukur, Habib Fathur; Makam Itu Berusia Lebih 30 Tahun

Makam Mualim KH Abdusy Syukur di Masjid Jami Teluk Tiram Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto: Korankalimantan.com)
Makam Mualim KH Abdusy Syukur di Masjid Jami Teluk Tiram Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto: Korankalimantan.com)

Kontorversi rencana pemindahan makam ulama asal Banjarmasin, Mualim KH Abdusy Syukur membuat Buyut Habib Hamid Basirih, Habib Faturahman Bahasyim tidak bisa tinggal diam. Dia menyebut, makam itu sudah berusia lebih dari 30 tahun.

Korankalimantan.comBuyut Habib Hamid Basirih, Habib Fathurrahman Bahasyim kepada media ini, Rabu (26/4/2023) menegaskan, dia tidak setuju atas rencana pemindahan makam ulama kharismatik Kota Banjarmasin itu.

“Saya secara pribadi sangat menentang keras atas rencana pemindahan makam beliau, karena makam beliau saat ini berada di Masjid Jami sudah berumur lebih 30 tahun lamanya,” ujar Habib Fatur.

Lanjutnya, di samping itu salah satu anak tertua bernama almarhum H. Abdul Gafar atau dikenal Guru Gafar semasa hidupnya tidak pernah menginginkan makam ayahnya dipindah.

Bahkan Habib Fatur mengatakan tidak tahu jika ada anak Mualim Abdusy Syukur lainnya selain Guru Gafar. Sebab selama ini secara konsisten perawatan makam hanya dilakukan Guru Gafar semasa hidupnya.

“Tiba-tiba setelah Guru Gafar meninggal kok ada ahli warisnya yang lain menginginkan makam beliau dipindah, padahal tidak tahu menahu dulunya  terhadap perawatan dan pemeliharaan makam,” bebernya.

Dirinya menduga ada oknum yang menunggangi atau memprovokasi agar ahli waris mau menyetujui pemindahan makam Kiai yang mencetak banyak ulama terkenal itu.

“Saya khawatir justru rencana pemindahan makam itu ada yang menunggangi dengan kepentingan tertentu,” duganya.

Lebih mengkhawatirkan, sambung Habib buyut Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau Habib Basirih ini, akan terjadi bala jika pemindahan makam tetap dilakukan.

“Mudahan-mudahan Allah tidak menurunkan bala kepada kita atas rencana pemindahan makam ini, karena kita tidak tahu apakah beliau rido atau tidak?” tuturnya lagi.

Habib Faturrahman Bahasyim. (Foto: Korankalimantan.com)
Habib Faturrahman Bahasyim. (Foto: Korankalimantan.com)

Berdoa kepada Allah Agar Rencana Pemindahan Makam Gagal

Senada dengan pernyataan Habib Fatur, Ketua Pengurus Masjid Jami, Khairuddin atau disapa Guru Udin sangat berharap agar rencana pemindahan makam Mualim KH Abdusy Syukur dibatalkan.

“Kami hanya pasrah berdoa kepada Allah, mudah-mudahan rencana pemindahan makam ini gagal,” doanya didampingi jemaah Masjid Jami lainnya.

Bahkan dirinya juga mengatakan Guru Gafar semasa hidup dan menjabat sebagai Ketua Pengurus Masjid sejak tahun 2000 hingga wafatnya tidak pernah berniat atau berhajat ingin memindah makam ayahnya itu.

Guru Udin menceritakan, dalam masa selama 33 tahun tidak pernah ada kasak kusuk mengenai rencana pemindahan makam.

Hanya saja dalam satu tahun terakhir baru ada rencana pemindahan makam secara mendadak tanpa adanya koordinasi dan konsultasi kepada pihak-pihak berkepentingan, terutama dalam perawatan dan pemeliharaan makam tersebut.

Bahkan ia menyentil ada selentingan suara-suara tidak enak didengar bahwa kalau malam-makam dikunci penziarah tidak bisa masuk.

Dijelaskan, bahwa kebijakan itu diberlakukan oleh anak tertua Mualim KH Abdusy Syukur, Guru Gafar ketika terjadi wabah Covid-19 melanda.

“Memang kalau malam dibatasi sampai jam 10 saja, sebab selain masa covid waktu itu juga demi keamanan masjid dan makam dan itu kebijakan guru gafar,” terangnya.

Jika rencana pemindahan makam ini diteruskan, maka Guru Udin mengkhawatirkan dua hal.

“Pertama akan terjadi pro kontra sebab beliau juga milik masyarakat luas terutama pencinta dan tokoh-tokoh ulama terkenal,” ucapnya.

Kemudian kekhawatiran kedua, apakah pemilik makam rido atas pemindahan makam itu.

Ketika dikonfirmasi oleh media ini, salah seorang perwakilan keluarga tak ingin memberikan penjelasan atau tanggapan.

“Kami tak ingin berkomentar, tunggu aja nanti ada saatnya kami panggil pers,” ucapnya singkat.

Dalam pantauan mediai ini, tampak proses pembangunan rencana makam Mualim KH Abdusy Syukur telah dilakukan oleh warga setempat di Gang Mualim Teluk Tiram Banjarmasin.

Tanah uruk warna kuning sudah menumpuk di dekat rencana pembuatan makam di dekat rumah Mualim KH Abdusy Syukur waktu dahulu saat mengajar ilmu. (yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *