Kasus Pencurian di Pasar Kelua Tabalong, Pelaku Mantan Karyawan Toko Emas

Dua tersangka kasus pencurian yang diamankan pihak kepolisian di Tabalong.
Dua tersangka kasus pencurian yang diamankan pihak kepolisian di Tabalong.

Terkait dengan kasus pencurian di sebuah toko emas di Pasar Kelua, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, ternyata pelakunya adalah mantan karyawan pemilik toko.

Korankalimantan.com Tersangka M alias Ulis (26),warga Desa Haribau, RT 06, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) diketahui pernah bekerja di toko tersebut dan berhenti bekerja sejak Maret 2022.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin diwakili Wakapolres Tabalong Kompol Reza Bramantya mengatakan, motif kejahatan tersangka M alias Ulis karena saat ini pelaku menganggur.

“Pelaku tidak memiliki uang dan tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran,” ungkapnya didampingi Kasat Reskrim, Trisna Agus Brata dan Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Mujiono saat Konferensi Pers keberhasilan Polres Tabalong ungkap pelaku tindak pedana pencurian dengan pemberatan pada, Senin (18/04/2022) siang, di Halaman Mapolres Tabalong.

Dalam melakukan aksinya pelaku M tidak sendirian. Ia mengajak rekannya MA alias Amin (44), warga jalan Setosa Desa Parigi, RT 1, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten HSS, yang berprofesi sebagai tukang pandai besi.

Kedua pelaku melakukan aksinya pada Rabu (13/04/2022) sekitar jam 21.30 Wita. Mereka berhasil masuk ke dalam toko milik korban dengan merusak gembok pintu toko menggunakan gergaji besi yang dilakukan secara bergantian.

Akibat perbuatan kedua pelaku, pemilik toko yakni korban seorang pria inisial FH (25), Pedagang Toko Emas Pasar Kelua, warga Desa Purai Kecamatan Kelua, Tabalong mengalami kerugian jutaan rupiah.

Korban kehilangan uang tunai kurang lebih 5 juta rupiah, perhiasan emas imitasi dan 1 gelang jam bayi seberat 1 gram , nominal kurang lebih 1 juta rupiah, yang diperkirakan total kerugian yang dialami korban mencapai Rp6.000.000.

Selanjutnya dari kedua pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 1.524.000, 1 buah gergaji besi diduga alat yang dipergunakan untuk memotong gembok pintu toko dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio sebagai sarana yang dipergunakan dalam aksi kejahatannya.

Saat ini kedua pelaku Ulis dan Amin telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Tabalong dalam perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Mereka berdua di jerat pasal 363 ayat (1) ke-4e KUH Pidana.

“Secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun penjara,” jelas Wakapolres. (anb/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *