Gedung DKD Kotabaru Mau Dibongkar, Ketua Majelis Pertimbangan Protes  

Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Kesenian Daerah Kotabaru saat diwawancara media ini. (Sumber Foto Dok: cah/koranbanjar.net)
Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Kesenian Daerah Kotabaru saat diwawancara media ini. (Sumber Foto Dok: cah/koranbanjar.net)

Pemerintah Kabupaten Kotabaru berencana ,membongkar Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Kotabaru. Namun rencana itu mendapat protes dari kalangan seniman.

Korankalimantan.com – Rencana Pemkab Kotabaru ingin membongkar gedung para seniman yang dibangun sejak 1995 itu dengan maksud memperluas objek wisata Siring Laut yang menjadi destinasi unggulan di Kotabaru.

Ketua Majelis Pertimbangan DKD Kotabaru, Adi Sutomo menyebutkan, kalau pemerintah daerah melakukan pembongkaran, berarti pemerintah akan melanggar aturannya sendiri. Karena pembongkaran itu melanggar Perda yang dibuat DPRD Kotabaru.

“Aturan yang dimaksud seperti dalam Perda Nomor 26 tahun 2014 dalam pasal 18 dan 19 yang mengatur pemerintah daerah wajib membangun gedung kesenian lengkap dengan sarananya,” terang Adi, Sabtu (21/1/2023).

Ia menambahkan, Pemerintah telah berbuat semena-mena karena rencana pembongkaran itu tidak melalui musyawarah terlebih dulu dengan pengurus DKD Kotabaru.

“Pengurus DKD hanya diberi surat yang berisi permintaan agar gedung segera dikosongkan,” cetusnya.

Lebih lanjut, terkait pengembangan objek wisata sebenarnya dinilai para seniman sangat baik, bahkan mereka ikut mendukung langkah pemerintah tersebut.

“Jika gedung ini dibongkar silakan, namun ini kan dari pemerintah daerah juga, dan sudah ada aturanya yang jelas, bahkan harus ada kesepakatan lebih dulu seperti apa, atau dibangunkan gedung baru dulu, baru dibongkar,” tandas Adi.

Sebelumnya, Bupati Kotabaru Sayed Jafar mengatakan, dalam rangka pengembangan kawasan wisata Siring Laut Kabupaten Kotabaru, Pemerintah melakukan pembangunan Mesjid Apung dan Panggung Terbuka di Kawasan Wisata.

Pemkab akan melakukan pembongkaran panggung Utama Siring Laut hingga bangunan DKD yang terletak di  wisata tersebut, serta akan terus mempercantik hingga memperbarui serta memperindah kawasan Siring Laut.

“Ini bisa dinikmati seluruh masyarakat dari luar maupun dari dalam Kabupaten Kotabaru “pungkas Sayed Jafar saat pemancangan konstruksi tiang pertama pembangunan Masjid Apung dan Panggung Terbuka.(cah/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *