Dugaan Amplop Cokelat Berisi Uang di Gedung DPRD Banjar Tidak Tebukti

Kejari Kabupaten Banjar dalam jumpa pers, Senin (23/5/2022) siang sekitar pukul 13.40 Wita
Kejari Kabupaten Banjar dalam jumpa pers, Senin (23/5/2022) siang sekitar pukul 13.40 Wita

Kejari Kabupaten Banjar dalam jumpa pers, Senin (23/5/2022) siang sekitar pukul 13.40 Wita mengungkap, bahwa dugaan isi amplop cokelat yang dibagikan kepada anggota DPRD Kabupaten Banjar dan sebelumnya disebut-sebut berisi uang, ternyata tidak terbukti.

Korankalimantan.com Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Banjar (Kajari), Muhammad Bardan, amplop cokelat berisi berkas AKD (alat kelengkapan dewan). Hal itu diketahui setelah dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dengan meminta keterangan dari 13 orang.

Sebanyak 13 orang yang dipanggil ke Kejari Banjar, terdiri pihak pemberi amplop cokelat yakni, Ketua DPRD Kabupaten Banjar M Rofiqi, pembagi Rahmadi, kemudian Rahmadi menyampaikan kepada penerima amplop cokelat terdiri beberapa anggota dewan.

Amplop dibagikan orang yang tidak memiliki keterkaitan dengan DPRD Banjar, bahkan bukan staf di DPRD Banjar, Rahmadi. Dia membagikan saat istirahat rapat paripurna DPRD Kabupaten Banjar.

“Kegiatan pulbaket anggota kami telah memeriksa isi amplop cokelat berisi AKD, yang mana merupakan AKD usulan masing-masing fraksi,” katanya.

Dijelaskan, hasil klarifikasi dan wawancara kepada 13 saksi, kurang lebihnya demikian keterangan digali dan diterima.

Keterangan Rofiqi saat memberikan klarifikasi dan konfrontasi, dia menyerahkan amplop cokelat kepada Rahmadi pada 6 April 2022, kemudian Rahmadi melanjutkan menyampaikan saat rehat paripurna.

Untuk mengingatkan kepada ketua fraksi-fraksi surat yang diusulkan, amplop tadi diserahkan kepada Rahmadi, bukan staf sekretariat karena saat itu tidak ada staf untuk menyampaikan kepada fraksi-fraksi.

“Kemudian, kesimpulan kami dari hasil sprintut, dari tim mengajukan bukti bukti. Namun jika ada fakta atau bukti lain, kita siap membuka kembali, saya sependapat dengan tim kerja mengenai kesimpulan ini,” kata Muhammad Bardan didampingi Kasi Intel Kejari Banjar Fajar Gigih Wibowo.

Sehingga, dari pulbaket dengan meminta keterangan 13 orang, Kajari Banjar menegaskan tidak ada indikasi mengarah bahwa isi amplop cokelat berisi uang atau barang lainnya tapi berkas AKD.(dya/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *